miband3

Seperti yang kita tahu, Xiaomi sudah sah memperkenalkan smartphone gaming perdananya, Black Shark dalam acara yang diselenggarakan di Cina. Tak ketinggalan, bos besar Xiaomi, Lei Jun, juga turut hadir. Dan ada pemandangan menarik yang bisa kita dapat dari kehadirannya.

Dalam acara tersebut, Lei Jun terlihat memakai sebuah wearable yang bentuknya tidak begitu asing. Sekilas desainnya mirip-mirip smartband Mi Band besutan Xiaomi. Karenanya diyakini smartband tersebut diyakini adalah Mi Band generasi ketiga.

Terlihat smartband tersebut terbuat dari bahan karet yang sepertinya tidak berbeda jauh dari dua Mi Band generasi sebelumnya. Di bagian tengahnya terdapat layar yang cukup lebar. Kemungkinan menggunakan panel OLED.

Bicara soal fitur yang akan dibawa, diprediksi Mi Band 3 bakal mengusung sensor heart rate yang tersimpan di bagian bawah layarnya. Ada pula dukungan GPS dan accelerometer yang dipadu Bluetooth 4.2 dan sertifikat IP67.

Belum jelas kapan perangkat wearable ini akan diumumkan ke publik. Bisa jadi akan melenggang di semester pertama tahun 2018 ini mengingat Xiaomi sendiri sebelumnya sudah memberikan pernyataan kalau mereka memang sedang menggarap Mi Band versi baru.

dikutip dari : https://www.droidlime.com/artikel/bos-xiaomi-bocorkan-penampakan-mi-band-3.html


Xiaomi Redmi Leak

Baru-baru ini telah muncul bocoran terbaru mengenai file firmware di India yang memperlihatkan smartphone entry-level besutan Xiaomi. Diduga kuat smartphone ini adalah Redmi S2 yang akan menggunakan layar penuh dengan aspek rasio 18:9 dan memiliki resolusi HD+.

Tak hanya itu, firmwae ini juga membongkar spesifikasi lainnya dari Redmi S2. Disebut-sebut, smartphone ini akan menggunakan chipset msm8953 yang tak lain merupakan kode dari Snapdragon 625 Octa-core. Tak hanya perfoma, chipset ini juga unggul dalam segi efesiensi.

Selanjutnya, model paling bawah Redmi S2 akan dikemas dengan dukungan penyimpanan intenal berkapasitas 16 GB. Sayangnya, RAM yang bakal dibawa oleh smartphone ini tidak disebutkan. Namun banyak yang berasumsi model paling bawah akan menggunakan RAM sebesar 2 GB dan model 32 GB akan menggunakan RAM 3 GB.

Spesifikasi lainnya adalah dukungan kamera yang disematkan. Redmi S2 akan dibekali dengan dual-camea utama yang memiliki komposisi lensa pimer 12 MP dengan sensor Sony IMX486 dan lensa sekunder 5 MP dengan sensor Samsung S5K5E8. Namun dugaan lainnya, lensa pimer yang terpasang juga akan menggunakan sensor Omnivision OV12A10.

Fitur lainnya yang bakal disematkan ke dalam dual-camera-nya ini adalah Electronic Image Stabilization dan Portrait Mode. Sementaa, kamera depan yang disematkan memiliki resolusi 5 MP dengan sensor Samsung S5K5E8. Xiaomi juga membenamkan kemampuan fitur Face Unlock ke dalam smartphone ini.

Berbekal baterai berkapasitas 3.080 mAh, Redmi S2 diperkirakan akan berjalan dengan antarmuka MIUI 9 berbasiskan Andoid 8.1 Oreo. Sayang, Xiaomi masih belum mau menyebutkan, kapan smartphone ini akan dipekenalkan. Namun kabarnya, smartphone ini akan hadir di India dan Cina terlebih dahulu.

dikutip dari : https://www.droidlime.com/artikel/xiaomi-garap-smartphone-entry-level-dengan-otak-snapdragon-625.html


ASUS MAKAN MIE

ASUS secara resmi akan menggelar satu acara spesial pada tanggal 23 April 2018 nanti di pasar Indonesia. Sudah bisa dipastikan, acara spesial tersebut digelar oleh ASUS untuk memperkenalkan satu smartphone terbarunya, yakni ASUS ZenFone Max Pro M1.

Namun, sebelum perangkat itu diperkenalkan ke hadapan konsumennya di Indonesia, ASUS sudah lebih dulu menggandeng satu mitra eksklusif, yakni Lazada. Ya! Nantinya salah satu toko online ternama di Tanah Air ini akan bertanggung jawab untuk memasarkan ZenFone Max Pro M1 hingga ke tangan konsumen.

Sayangnya tak ada informasi lebih lanjut, model penjualan seperti apa yang nantinya akan ditawarkan oleh ASUS dan Lazada dalam memasarkan ZenFone Max Pro M1. Tak sedikit yang berharap, nantinya mereka membuka kran penjualan dengan sistem pre-oder.

ZenFone Max Pro M1 sendiri digadang-gadang oleh ASUS sebagai smartphone dengan kinerja terbaik di kelas menengah. Pasalnya, pabrikan teknologi asal Taiwan ini mempercayakan ZenFone Max Pro M1 ditenagai dengan chipset Snapdragon 636, sepeti yang bercokol di dalam Redmi Note 5 yang juga baru diperkenalkan di Indonesia.

Bahkan lebih jauh, lewat sejumlah akun sosial media yang dimilikinya, baik di Facebook atau pun Instagram, ASUS juga berkelakar bahwa dukungan Snapdragon 636 yang ada di dalam ZenFone Max Pro (M1) tak hanya mampu memberikan performa yang jauh lebih baik, tetapi juga hemat dalam penggunaan baterai.

dikutip dari : https://www.droidlime.com/artikel/asus-bakal-jual-zenfone-max-pro-m1-via-lazada.html

Smartphone yang sedang kita bahas ini adalah Nokia 7 Plus. Smartphone ini masuk dalam jajaran Android One. Tapi sayangnya harganya sama sekali tidak murah, sekitar US$500 atau Rp6,5 juta.

Sebenarnya kami sendiri juga agak bingung mengapa Nokia 7 Plus bisa masuk keluarga Android One yang biasanya harganya terjangkau. Nah sedangkan si Nokia 7 Plus ini bukanlah smartphone murah.

Malah kalau kita bicara desain, Nokia 7 Plus adalah smartphone yang cakep dan solid. Lagi dan lagi, Nokia sukses menciptakan smartphone yang feel-nya premium. Dan tentunya bodinya juga kokoh.

Smartphone ini dibuat dari rangka aluminium 6000 series dan lapisan tembaga di pinggirannya. Finishing matte di bagian belakangnya dilapis bahan yang serupa keramik. Otomatis jadi terasa lembut, tidak licin dan juga tidak gampang kotor.




Sebenarnya awalnya kami pesan Nokia 7 Plus yang warna putih. Tapi sayangnya belum ada barang. So, kami terpaksa beli yang warna hitam. Tapi ternyata variab hitam juga kelihatan menarik. Apalagi Nokia menerapkan aksen gold di beberapa bagian, jadi lebih unik.

Kalau dipegang sih, Nokia 7 Plus termasuk smartphone yang besar dibanding smartphone lain yang punya layar berponi. Karena rasio layarnya ini 18:9 dan masih ada bezel atas bawah, walaupun tidak terlalu tebal.

Ya kalau dilihat-lihat sih bagian depan Nokia 7 Plus lumayan mirip Google Pixel 2 XL. Keduanya sama-sama berlayar 6 inci 18:9, ada bezel cukup tipis dan tidak ada tombol fisik di dagu.

Kalau kita bandingkan dengan Huawei P20 Pro yang punya layar 6,1 inci berponi, dimensi bodi Nokia 7 Plus masih sedikit lebih besar. Oh ya, buat kalian yang masih suka mendengarkan musik pakai earphone, di smartphone ini masih ada jack audio. Sedangkan untuk port USB-nya sudah type C.


Nokia sendiri menyebut Nokia 7 Plus sebagai smartphone flagship untuk semua kalangan, tapi pakai tanda kutip. Kenapa begitu? Karena Nokia yakin feel pas dipakainya tidak jauh beda dari smartphone flagship pada umumnya.

Selain desain bodinya yang emang premium dan kuat, spesifikasinya di dalemnya juga lumayan bisa diajak ngibrit, walaupun bukan yang teratas. Otaknya yaitu Snapdragon 660 2,2 GHz terintegrasi Adreno 512 dan ditunjang RAM 4 GB, storage 64 GB, serta baterai 3.800 mAh.
Seperti yang kita tahu, performa komputasi Snapdragon 660 bisa disejajarkan dengan Snapdragon 820 atau 821. Terbukti dari skor benchmark AnTuTu-nya yang tembus 138 ribu poin. Cuma memang GPU-nya masih kalah kencang.

Di sektor fotografi, Nokia 7 Plus membawa setup dual-camera vertikal di tengah. Lensanya Carl Zeiss dan bingkai modulnya dipermanis dengan aksen warna gold. Bentuknya juga agak menonjol.
Konfigurasinya yaitu lensa 12 MP f/1.75 di atas dan 13 MP f/2.6 telephoto 2x zoom di bawah. Selain ada mode Live Bokeh yang menurut kami lebih oke dari Nokia 8, juga ada mode Pro dan Bothie dimana kita bisa pakai kamera depan dan belakang sekaligus. Buat yang doyan selfie, resolusi kamera depannya justru paling tinggi, yaitu 16 MP f/2.0 juga dengan lensa Carl Zeiss.

dikutip dari : read:https://www.droidlime.com/artikel/hands-on-nokia-7-plus.html

OPPO F7 Chelsea Islan 1


OPPO secara resmi meluncurkan smartphone barunya, OPPO F7 di pasar Indonesia pada tanggal 17 April 2018. Satu hal yang menarik, peluncuran F7 ini berbarengan dengan ulang tahun kehadiran OPPO di Indonesia yang ke-5. Ya! OPPO pertama kali masuk pasar Indonesia pada tahun 2013 lalu dengan memperkenalkan OPPO Find 5.

Berbicara soal OPPO F7 yang masuk ke pasar Indonesia, smartphone ini tak memiliki perbedaan spesifikasi dengan yang diperkenalkan di India pada akhir Maret lalu. OPPO F7 sudah dibekali dengan chipset MediaTek Helio P60 2,0 GHz yang dipadukan RAM sebesar 4 GB dan internal storage berkapasitas 64 GB.

Sebagai smartphone yang ditujukan untuk penggila sefie, OPPO F7 telah dibekali dengan kamera depan yang memiliki resolusi 25 MP. Tak hanya itu, OPPO juga melengkapi dukungan kamera depannya tersebut dengan teknologi AI Beauty 2.0 yang mampu mengenali 296 titik wajah.

OPPO sendiri sudah memasarkan OPPO F7 varian standar mulai tanggal 17 April 2018 dengan harga Rp4.199.000. Sedangkan untuk varian OPPO 128GB warna Red baru akan tersedia mulai tanggal 25 April 2018 dan warna Diamond Black pada tanggal 3 Mei 2018 dengan harga Rp5.499.000.

dikutip dari : https://www.droidlime.com/artikel/oppo-jual-f7-128gb-seharga-rp5-jutaan.html

AnTuTu Android Maret 2018
Jika ingin mengetahui performa smartphone, biasanya reviewer akan mengacu pada pengujian benchmark. Salah satu tools benchmark yang banyak digunakan adalah AnTuTu. Seperti biasa, AnTuTu juga setiap bulannya merilis smartphone yang memiliki performa terbaik menurut mereka.

Pada bulan Maret 2018 ini, Galaxy S9+ yang dibekali dengan chipset Snapdragon 845 berhasil menduduki peringkat pertama, yakni dengan skor 264.402 poin. Menariknya, di bawah Galaxy S9+, Samsung masih punya amunisi lainnya, yakni Galaxy S9 yang berhasil mencapai skor pengujian 263.754 poin.

Selanjutnya, di posisi ketiga hingga kelima ditempati oleh smartphone racikan Huawei yang dibekali chipset Kirin 970, yakni Huawei Mate 10 Pro, Mate 10 dan Honor V10dari posisi ketiga hingga kelima berhasil diduduki smartphone pengguna chipset Kirin 970, yakni Huawei Mate 10 Pro, Mate 10, dan Honor V10.

dikutip dari : droidlime.com/artikel/10-smartphone-di-bulan-maret-dengan-skor-antutu-tertinggi.html
Lewat jajaran keluarga P20, Huawei resmi meninggalkan ciri khas smartphone P series yang punya kamera horizontal yang ditempatkan dalam frame hitam. Kali ini P20 series, termasuk P20 Pro datang dengan konfigurasi kamera vertikal.

Di P20 Pro, kameranya malah ada tiga. Dua kamera ditempatkan dalam satu bagian yang menonjol dan memanjang ke bawah. Konfigurasinya yakni lensa telephoto 8 MP f/2.4 paling atas, lensa RGB 40 MP f/1.8 di tengah dan lensa monokrom 20 MP f/1.6 yang paling bawah terpisah dan tidak menonjol.

Untuk lensa telephoto-nya punya kemampuan 3x zoom. Lensa ini juga sudah ditunjang OIS. Sedangkan dua lensa lainnya tanpa OIS. Dan secara keseluruhan, kamera P20 Pro punya kemampuan hybrid zoom sampai 5x.

Peningkatan paling terasa yang ditawarkan dari P20 Pro dibanding Mate 10 Pro adalah AI serta kemampuan shot low light. AI di P20 Pro bisa mengubah konfigurasi kamera secara otomatis untuk mendapatkan hasil foto terbaik.

AI dan super slow motion
p20pro droidlime 03

Hampir seminggu pakai, kami mendapati AI-nya paling sering aktif saat kita motret wajah, awan, pohon, teks, gedung saat malam hari, atau makanan. Saat AI-nya aktif, maka bakal mengoptimalkan warna, dynamic range dan sharpness secara otomatis yang hasilnya juga bisa langsung dilihat sebelum motret.

Kalau seandainya kita tidak mau diganggu AI pada kameranya ini, kita bisa pakai mode pro atau bisa juga menonaktifkan AI-nya dari menu setting. Dengan begitu, kameranya bakal motret dengan mode auto tanpa optimasi apapun.

Tidak ketinggalan, kamera P20 Pro juga bisa record video 4K 30 fps, Full HD 60 fps dan super slomo HD 960 fps. Buat yang hobi selfie, ada kamera depan 24 MP f/2.0 lengkap dengan mode beauty.

Tahan air



Kalau kita bicara soal bodinya, Huawei P20 Pro ini punya ukuran yang sama seperti OPPO F7 atau Vivo V9. Secara ukuran layarnya juga sama, yaitu 6,1 inci yang dihiasi poni di bagian atasnya. Nah bedanya, poni di P20 Pro bisa dilenyapkan.

Layar Huawei P20 Pro punya rasio yang tidak biasa, yaitu 18,7:9 dengan resolusi 2.244 x 1.080 piksel. Pastinya kelihatan tajam dan juga cerah karena panel yang dipakai adalah AMOLED.
Geser sedikit ke bawah, bisa kita lihat adanya sensor fingerprint di area dagu. Dan di sisi paling bawah di bagian rangkanya, ada grill speaker serta port USB C. Kita nggak bakal menemukan jack audio karena sudah dihilangkan.

Sedangkan material bodinya adalah paduan frame metal dan kaca di bagian belakang. Praktis smartphone ini jadi kelihatan mewah dan juga lumayan berat. Oh ya P20 Pro ini juga mengikuti jejak Mate 10 Pro, dimana keduanya sudah punya sertifikat tahan air dan debu IP67.

Masih andalkan Kirin 970



Menggali lebih dalam lagi, kita akan disajikan performa komputasi dan grafis yang masih bisa diandalkan untuk tahun ini, yang dipersembahkan chipset Kirin 970 octa-core 2,4 GHz dan GPU Mali-G72 MP12.

Untuk kapasitas RAM, storage dan baterainya juga terbilang menggiurkan, yaitu masing-masing 6 GB, 128 GB dan 4.000 mAh. Tidak hanya berkapasitas besar, baterainya juga sudah support Super Charge dengan daya 4,5 Ampere.

Huawei memadukan sederet hardware tadi dengan antarmuka EMUI 8.1 berbasis OS Android yang versinya juga sama, yaitu 8.1. Dan untuk menutup ulasan hands-on ini, mari kita bahas boks dan isi paket penjualannya.

untuk video selengkapnya silahkan klik link dibawah ini



dikutip dari : https://www.droidlime.com/artikel/hands-on-huawei-p20-pro.html